Showing posts with label KISAH ULAMA. Show all posts
Showing posts with label KISAH ULAMA. Show all posts

KISAH ABU NAWAS: Debat Kusir Tentang Ayam dan Mengecoh Monyet


Debat Kusir Tentang Ayam
Melihat ayam betinanya bertelur, Baginda tersenyum. Beliau memanggil pengawal agar mengumumkan kepada rakyat bahwa kerajaan mengadakan sayembara untuk umum. Sayembara itu berupa pertanyaan yang mudah tetapi memerlukan jawaban yang tepat dan masuk akal. Barangsiapa yang bisa menjawab pertanyaan itu akan mendapat imbalan yang amat menggiurkan. Satu pundi penuh uang emas. Tetapi bila tidak bisa menjawab maka hukuman yang menjadi akibatnya.

KISAH ABU NAWAS: Mengecoh dan Membalas Perbuatan Raja


Membalas Perbuatan Raja
Abu Nawas hanya tertunduk sedih mendengarkan penuturan istrinya. Tadi pagi beberapa pekerja kerajaan atas titan langsung Baginda Raja membongkar rumah dan terus menggali tanpa bisa dicegah. Kata mereka tadi malam Baginda bermimpi bahwa di bawah rumah Abu Nawas terpendam emas dan permata yang tak ternilai harganya.

KISAH ABU NAWAS: Pesan Bagi Para Hakim


Siapakah Abu Nawas? Tokoh yang dinggap badut namun juga dianggap ulama besar, tokoh super lucu yang tiada bandingnya ini aslinya orang Persia yang dilahirkan pada tahun 750 M di Ahwaz meninggal pada tahun 819 M di Baghdad. Setelah dewasa ia mengembara ke Bashra dan Kufa. Di sana ia belajar bahasa Arab dan bergaul rapat sekali dengan orang-orang badui padang pasir. Karena pergaulannya itu ia mahir bahasa Arab dan adat istiadat dan kegemaran orang Arab", la juga pandai bersyair, berpantun dan menyanyi. la sempat pulang ke negerinya, namun pergi lagi ke Baghdad bersama ayahnya, keduanya menghambakan diri kepada Sultan Harun Al Rasyid Raja Baghdad.

Ketika Habib Ali Al-Jufri Dicacimaki, Dilaknat, dan Didoakan Keburukan Oleh Orang Lain

Teknologi internet bagaikan dua mata pisau yang dapat memberikan dampak yang positif maupun negatif. Jika dipergunakan untuk hal-hal yang baik maka ia akan memberikan manfaat positif bagi penggunanya, sebaliknya jika digunakan untuk keburukan maka akan berdampak buruk bagi dirinya bahkan orang lain. Terlebih dengan kehadiran sosial media seperti Facebook, Twitter, Youtube, Blog, dan sebagainya dimana setiap orang bebas dengan mudah mengetikan dan memposting apapun dalam media online tersebut. 

Kisah Habib Ali Al Jufri dengan Pembunuh Habib Muhammad

Habib Ali al-Jufri pernah bercerita, “Aku pernah berada di kota Aden, berada dalam satu majelis dengan seorang bekas penguasa/pemimpin yang sangat dzalim, dimana ketika berkuasa dia melakukan banyak kemungkaran dengan membantai atau membunuh banyak ulama besar Hadhramaut, diantaranya salah satu yang menjadi korbannya adalah guru mulia kami asy-Syahid Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz, ayahanda dari guru kami Habib Umar bin Hafidz.

Malam Kelahiran Nabi SAW : Malam Termulia Sepanjang Masa

Makam Rasulullah SAW
Sementara itu Lembah Samawah, yaitu lembah yang terletak di Gurun Sahara, nan jauh dari keramaian, tiba-tiba mengeluarkan sumber air yang melimpah ruah. Padahal sebelum itu tiada suatu genangan air pun untuk minum musafir yang kehausan.
Syaikh Mutawalli Asy-Sya‘rawi, dalam kitab ‘Ala Maidah al-Fikr al-Islami, menuturkan, “Banyak peristiwa menak­jub­kan terjadi di saat-saat kelahiran Nabi SAW. Malam Maulid Nabi SAW tidaklah sama dengan malam-malam maulid se­luruh individu alam semesta. Allah SWT telah menciptakan berbagai kejadian di antara alam semesta agar terangkai ke­harmonisan antara berbagai bentuk wu­jud pada alam semesta yang bertasbih kepada Allah SWT dengan manusia.”

Khutbah Rasulullah menjelang wafatnya

iLUSTRASI SANDAL RASULULLAH SAW

Peristiwa tentang wafatnya seorang pemimpin alam semesta, seorang Nabi dan Seorang Rosul Tuhan yang terakhir adalah peristiwa maha besar. Tidak ada sejarah yang telah mengungkapkan peristiwa yang mendetail sedemikian rupa tentang berpulangnya seorang Rosul Tuhan seperti halnya dengan wafatnya Nabi Muhammad SAW itu.
Isyarat-isyarat tentang bayang-bayang akan terjadinya peristiwa besar yang sangat mengharukan hati itu telah terlebih dahulu memperlihatkan tanda-tandanya kepada ummat pengikut beliau.

Amalan Mujarab Lancarkan Rezeki Dari Rasulullah SAW

Amalan Mujarab Lancarkan Rezeki Dari Rasulullah SAW

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
amma ba'du,

Pada prinsipnya, zikir sangat dianjurkan pada saat apa saja dan dengan lafazh apa saja. Tidak peduli panas, hujan, mendung, atau terik, zikir tetap disarankan. Tidak ada ketentuan bahwa zikir mesti diperbanyak saat saluran rezeki tersumbat atau kredit macet. Demikian juga di waktu senang. Singkatnya lidah tidak boleh kering dari zikir di mana saja dan kapan saja.

KEUTAMAAN RATIB AL –AYDRUS, AL – ATHTHAS, DAN AL-HADAD

KEUTAMAAN RATIB AL –AYDRUS, AL – ATHTHAS, DAN AL-HADAD

RATIB

Makna Ratib :
Perkataan Ratib mempunyai banyak arti. Ratib yang dimaksudkan di sini berasal dari perkataan ( Rattaba ) mengatur atau menyusun. “Ratib adalah rangkaian dzikir secara tertib yang komposisinya telah disusun dari berbagai ayat Al-Quran dan kalimat-kalimat dzikir yang muktabar dari Rasulullah SAW”.

Amalan Nabawi untuk membayar hutang

Amalan Nabawi untuk membayar hutang

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
amma ba'du,

Jika seseorang mempunyai hutang, hendaknya ia membangun kesadaran agar tidak terjerat hutang dengan sering berdoa.

Ada tiga macam doa yang dikutip dari Imam Bukhari.rhm, dari hadist Baginda Nabi Rasulullah SAW.

Amalan Al-Habib Ali bin Hasan Al-Atthos

Amalan Al-Habib Ali bin Hasan Al-Atthos

Inilah Hadiah dari Al-Habib Ali bin Hasan Al-Atthos untuk para kaum muslimin khususon para muhibbin. Satu Hadiah yang bermanfaat untuk dirimu dunia dan akhirat. Maka ambillah dia dengan kepercayaan dan keyaqinanmu yang besar. Sesungguhnya dia adalah jaminan asuransi sesungguhnya saat kau merasakan kepayahan dalam hidupmu. Dzikir ini akan membukakan semua kemudahan dan keluasan yang kau inginkan, memelihara dan menumbuh kembangkan kebaikan yang kau punya, melipat gandakan keberuntunganmu, menjauhkan darimu sesuatu yang menyulitkan dan yang akan menjerumuskan dirimu, dzikir ini akan menjadi pengawalmu saat kau sendirian dalam kegelapan, dzikir ini terdapat didalamnya Ismullahil A’dhom. Inilah hadiah yang Agung itu…

KISAH SEORANG KYAI BERBAIAT KEPADA HABIB LUTHFI

Ilustrasi: Presiden Jokowi, Habib Luthfi, dan Habib Ja'far al Kaff
Kisah ini semata-mata hanya untuk menambah kecintaan dan ketaatan pada guru (Abah Maulana Habib Luthfi bin Yahya), juga berharap sesama murid beliau agar saling mengenal. Semoga semua dalam jalinan rahmat Allah Swt. Aamiin.

KISAH KESABARAN RASULULLAH SAW

KISAH KEMULIAAN RASULULLAH SAW

Dikisahkan, setiap kali Nabi SAW melintas di depan rumah seorang wanita tua, beliau selalu diludahi oleh wanita tua itu. Suatu hari, saat Nabi SAW melewati rumah wanita tua itu, beliau tidak bertemu dengannya. Karena penasaran, beliau pun bertanya kepada seseorang tentang wanita tua itu. Justru orang yang ditanya itu merasa heran, mengapa ia menanyakan kabar tentang wanita tua yang telah berlaku buruk kepadanya.

Doa Awal Tahun Dari Nabi Khidhir AS



Diriwayatkan dari Al-Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghozzaliy – semoga Allah mensucikan hatinya dan memberi kita manfaat dengan berkatnya – bahwa belliau berkata:

“Ketika aku berada di Makkah yang mulia, pada awal tahun baru hijriyyah, ketika aku sedang thawaf maka terlintaslah di hatiku untuk melihat Al-Khidhir – semoga salam tetap atasnya – pada hari itu, dan Allah mengilhamkan doa kepadaku lalu aku baca doa tersebut dengan niat agar Allah mempertemukan aku dengan Khidhir.
Belum sampai selsesai aku berdoa, tiba-tiba nampaklah atas diriku Al-Khidhir – semoga salam tetap atasnya – di tempat thawaf. Maka akupun berthawaf bersamanya, dan mengerjakan apa yang dia kerjakan, dan mengucapkan apa yang dia ucapkan, sehingga selesai thawafnya.

Lalu aku pun duduk menyaksikan baitulloh yang mulia, lalu dia berkata kepadaku: Ya Muhammad, apa yang membuatmu meminta kepada Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung untuk mempertemukan aku dengan engkau, di hari ini, di tempat yang mulia ini.

Maka aku pun menjawab: “Wahai Tuanku, ini adalah tahun baru, dan aku ingin mengikuti engkau dalam menyambutnya dengan ibadah dan tadharru’”.

Dia berkata: “Baiklah, sekarang salatlah dua rakaat.” Aku pun berdiri lalu salat sesuai dengan dia perintahkan kepadaku. Ketika aku selesai, dia berkata: “Berdoalah dengan doa ini yang merupakan pengumpul dari kebaikan-kebaikan dan berkah-berkah.”

Ini lah doa yang diajarkan Nabi Khidir – semoga salam tetap atasnya – kepada Al-Imam Al-Ghozzali – semoga Allah meridhoinya dan memberi kita manfaat dengan berkatnya – di Masjidil harom untuk dibaca pada awal tahun baru hijriyyah, setelah salat sunnah dua rakaat. Inilah doanya:

بسم الله الرحمن الرحيم
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِكَ أَنْ تُصَلِّيَ وَتُسَلِّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى سَائِرِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آلِهِمْ وَصَحْبِهِمْ أَجْمَعِيْنَ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِي مَا مَضَى وَتَحْفَظَنِيْ فِيْمَا بَقِيَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ هَذِهِ سَنَةٌ جَدِيْدَةٌ مُقْبِلَةٌ، لَمْ أَعْمَلْ فِي ابْتِدَائِهَا عَمَلاً يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى غَيْرَ تَضَرُّعِيْ إِلَيْكَ، فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُوَفِّقَنِيْ إِلَيْكَ لِمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي مِنَ الْقِيَامِ لِمَا لَكَ عَلَيَّ مِنْ طَاعَتِكَ، وَأَلْزِمْنِي اْلإِخْلاَصَ فِيْهِ لِوَجْهِكَ الْكَرِيْمِ فِي عِبَادَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ إِتْمَامَ ذَلِكَ بِفَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ السَّنَةِ الْمُقْبِلَةِ يُمْنَهَا وَيُسْرَهَا وَأَمْنَهَا وَسَلاَمَتَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهَا وَصُدُوْدِهَا وَعُسْرِهَا وَخَوْفِهَا وَهَلَكَتِهَا. وَأَرْغَبُ إِلَيْكَ أَنْ تَحْفَظَ عَلَيَّ فِيْهَا دِيْنِي الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِيْ، وَدُنْيَايَ الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشِيْ، وَتُوَفِّقَنِيْ فِيْهَا إِلَى مَا يُرْضِيْكَ عَنِّي فِي مَعَادِيْ، يَا أَكْرَمَ اْلأَكْرَمِيْنَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. دَعْوَاهُمْ فِيْهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلاَمٌ، وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Artinya: 
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Ya Allah aku mohon kepada-Mu dengan (Nama)-Mu agar Kau senantiasa mengaruniakan salawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan seluruh para nabi dan rasul serta keluarga mereka dan para sahabat mereka semuanya. Dan agar Kau mengampuniku atas dosa yang telah lalu dan memeliharaku pada yang tersisa dari umurku, wahai Yang Maha Penyayang diantara para penyayang. Ya Allah inilah tahun baru telah datang dan aku tidak mengerjakan amal apapun dalam permulaan tahun ini kecuali tadhorru’ku kepadaMu, maka aku mohon kepadaMu agar Kau memberiku pertolongan untuk melaksanakan segala yang membuatMu ridho kepadaku, berupa kewajibanku untuk taat kepadaMu, dan tetapkanlah dalam diriku ikhlas untuk mencari ridhoMu dalam menyembahMu. Ya Allah aku memohon kepadaMu kebaikan tahun yang akan datang ini baik keberkahannya, kemudahannya, keamanannya, dan keselamatannya. Dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekan tahun ini, penyimpangannya, kesulitannya, ketakutannya, kebinasaannya. Dan aku berharap kepadaMu agar Kau dalam tahun ini menjagaku, menjaga agamaku yang mana itulah peganganku, menjaga duniaku yang mana disitu aku hidup sekarang, dan semoga Kau sudi menolongku untuk melaksanakan segala yang membuatMu ridho kepadaku di akhirat kelak, wahai Yang Maha Dermawan diantara para dermawan, Wahai Yang Maha Penyayang diantara pera penyayang. Semoga Allah Yang Maha Tinggi tetap melimpahkan salawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad dan atas seluruh keluarga dan para sahabat beliau.Doa mereka di dalam surga adalah “Maha Suci Engkau Ya Tuhanku”, penghormatan mereka di dalamnya adalah: “Semoga keselamatan atasmu”, akhir doa mereka adalah: “Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam”.


Baca Juga: Tata cara menyambut tahun baru menurut islam.



Sumber: pustaka pejaten.

DENGAN SEEMBER AIR, BERPAHALA SEBUAH MASJID???


Memperbaiki niat dan berusaha ikhlas didalamnya serta mengevaluasi dan mencermati sebelum kita melakukan suatu perbuatan merupakan sebuah solusi untuk sukses meraih misi kehidupan yang sebenarnya, yaitu meraih ridho Allah SWT di dunia maupun di akhirat. Karena niat merupakan sebuah tonggak dan barometer serta nyawa dari setiap perbuatan atau pondasi dari setiap amal. Sedangkan semua perbuatan maupun tindakan dan ucapan, baik buruknya dan sah tidaknya tergantung kepada niatnya. Sebagaimana sabda Nabi

Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap perbuatan seseorang tergantung kepada niatnya. (Muttafaq ‘alaih)

Maka hendaknya jangan melakukan suatu perbuatan, tindakan, ucapan maupun yang lainnya, bahkan janganlah terlintas sebuah lintasan dalam hati kecuali sudah diiringi dengan niat yang baik, yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mencari pahala serta ridho-Nya. Akan tetapi tidak ada seorang pun yang dapat menerapkannya kecuali karena karunia daripada Allah yaitu berupa taufik dan hidayah-Nya.

Diceritakan bahwasanya ada seorang raja yang ingin membangun masjid di negerinya. Dia telah menyatakan dan mengumumkan bahwasanya tidak ada seorang pun yang membantunya didalam membangun masjid tersebut, baik dengan harta maupun dengan hal lainnya. Karena dia ingin masjidnya tersebut semata-mata dibangun dengan hartanya tanpa bantuan siapapun juga. Dia bahkan memberikan ancaman akan memberikan sanksi bagi mereka yang membantunya. Dan tatkala sudah selesai pembangunan masjid tersebut, maka diletakkanlah namanya pada masjid itu.

Suatu malam dia bermimpi seakan-akan telah turun malaikat dari langit kemudian menghapus nama raja tersebut dari masjid itu. Dan sebagai gantinya, ditulislah di masjid tersebut nama seorang wanita. Tatkala dia bangun dari tidurnya, maka dia bangun dalam keadaan ketakutan. Lalu dia memerintahkan bawahannya untuk melihat apakah namanya di masjid itu masih terpampang? Maka berangkatlah para pengawalnya dan kemudian mereka kembali dan memberitahukan bahwasanya namanya masih tetap ada di masjid tersebut seraya pengawalnya tersebut berkata, “Ini mungkin sebuah bunga tidur saja yang tidak ada artinya wahai raja.”

Kemudian pada malam kedua, raja tersebut bermimpi seperti mimpi pada malam pertama. Yaitu turun malaikat dari atas langit dan menghapus nama raja tersebut dari masjid itu. Dan sebagai gantinya, dia menulis nama seorang wanita. Pada pagi harinya, dia bangun dari tidurnya dan lagi-lagi mengirim pengawalnya untuk melihat kembali apakah namanya masih terpampang didalam masjid itu. Dan tatkala mereka sudah kembali dan memberitahukan bahwasanya namanya masih tetap ada, maka terheran-heran raja tersebut dengan apa yang terjadi dalam mimpi pada malam pertama dan malam kedua dan dia marah karenanya.


Pada malam yang ketiga, terulang lagi mimpinya yang sama seperti pada malam pertama dan yang kedua. Tatkala raja itu bangun dari tidurnya dan mengingat benar siapa nama wanita yang mengganti namanya, maka dicari seorang wanita dengan nama tersebut dan didatangkan kepadanya. Lalu datanglah perempuan itu. Ternyata dia adalah wanita yang sudah tua, yang sangat fakir, bahkan tubuhnya gemetaran. Ketika ditanya oleh raja tersebut, “Apakah kamu membantuku dalam membangun masjid itu?” Maka wanita itu menjawab, “Wahai raja… aku adalah wanita yang sudah tua dan aku seorang wanita yang fakir. Aku telah mendengar bahwasanya engkau telah melarang seorangpun membantu dalam pembangunan masjid itu. Maka aku tidak mungkin untuk membangkang perintahmu.” Maka raja itu bertanya lagi, “Aku memohon kepadamu dengan nama Allah SWT… apa yang telah kamu lakukan terkait dengan pembangunan masjid ini?” Maka dia menjawab, “Demi Allah SWT… Aku tidak melakukan sesuatu apapun terkait dengan pembangunan masjid ini. Hanya saja…” Lalu dia terdiam. Maka raja tersebut bertanya, “Hanya saja apa?” Maka kemudian si perempuan itu menjawab, “Hanya saja pernah suatu waktu ketika aku berjalan di samping masjid itu, aku melihat seekor unta yang terikat yang sedang memuat bahan bangunan, aku melihatnya sangat ingin mendekat kepada ember yang berisi air yang tidak jauh darinya untuk meminumnya. Hanya saja dia tidak dapat mendekatinya karena dia terikat dengan tali yang diikat ke kayu. Padahal aku melihatnya sangatlah haus dan sangat menginginkan air itu. Maka kemudian aku bangkit untuk mendekatkan air tersebut kepada unta itu sehingga dia dapat meminumnya. Hanya itu yang dapat aku lakukan terkait dengan masjid ini.” Maka kemudian raja itu berkata, “Maha suci Allah SWT… Engkau telah melakukan sesuatu karena Allah SWT, maka Allah SWT menerimanya darimu. Dan aku melakukan sesuatu bukan karena Allah SWT, tapi aku melakukannya supaya tertulis namaku , supaya dikatakan masjid itu adalah masjidku, maka Allah SWT tidak menerimanya dariku.” Maka kemudian raja memerintahkan nama daripada wanita yang fakir dan tua serta miskin tersebut menjadi nama masjid itu. Dan dia mendapatkan anugerah ini berkat niatnya yang baik walaupun tanpa ada tindakan darinya yang menyusahkan dan memenatkannya.
Sifat-sifat Sayyidina Umar bin Khatab R.A

Sifat-sifat Sayyidina Umar bin Khatab R.A



Bismillahir Rahmanir Rahiim
Allahumma sholi ala Sayyidina Muhammadinni fatihi lima ughliko wal’khotimi lima sabaqo wanasiril haqo bilhaqqi wal’hadi ila shirotikal mustaqiim wa’sholallahu alaiihi wa’ala alihi washobihi haqqo qodrihi wamiqdarihil aziim.

Sementara itu tentang diri Umar bin Khaththab,.ra, maka ada Hadis yang diriwayatkan dari Nabi saw., bahwa beliau pernah bersabda:

“Sungguh dalam umat-umat (terdahulu) terdapat orang orang yang dibisiki (muhaddatsin) dan diajak bicara oleh Allah Swt (mukallamin). Kalau dalam umat ini ada, maka ia adalah Umar r.a.”

Sebagian orang yang memiliki kepahaman tinggi, ditanya tentang apa yang dimaksud muhaddatsun? Maka ia menjawab, bahwa Muhaddatsun adalah tingkatan kaum shiddiqun yang paling tinggi.

Bukti-bukti yang menunjukkan adalah sebagaimana yang diriwayatkan, bahwa suatu saat ia sedang berkhotbah. Kemudian ia berteriak di tengah-tengah khotbahnya, “Wahai Sariyah!, gunung, gunung!”
Saat itu Sariyah bin Hishn sedang memimpin pasukan perang yang berada di ambang pintu Nahawand. Sementara di depannya ada musuh yang jauhnya masih memakan perjalanan sekitar satu bulan. Kemudian ia mendengar suara Umar, lalu ia dengan pasukannya mulai bergerak menuju ke gunung, dan akhirnya mereka menang mengalahkan musuhnya.
Ditanyakan kepada Sariyah bin Hishn, “Bagaimana engkau tahu hal itu?” Ia menjawab, “Aku mendengar suara Umar r.a. berteriak, Wahai Sariyyah, gunung, gunung’!” (H.R. al-Baihaqi dari Amr bin al-Harits).

Diriwayatkan dari Abu Utsman an-Nahdi yang berkata, “Saya pernah melihat Umar mengenakan baju yang ditambal dua belas tambalan saat ia sedang berkhotbah.” (H.R. Malik dari Anas).

Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab r.a. yang berkata,
“Semoga Allah memberi rahmat kepada orang yang menunjukkan aibku kepadaku.”

Diriwayatkan dari Nabi saw. yang bersabda:
“Setan akan menyingkir dari bayang-bayang Umar r.a.
(H.R. Bukhari-Muslim dari Sa’ad bin Abi Waqqash, dan Ibnu Asakir dari Aisyah).

Dikisahkan, bahwa Umar pernah mengambil jerami dari tanah, kemudian berkata,
“Andaikan aku tidak pernah dilahirkan ibuku, andaikan aku jerami ini dan andaikan aku tidak pernah wujud apa pun…..”

Diriwayatkan dari Umar ra. yang berkata,
“Setiap kali aku ditimpa suatu musibah tentu Allah akan memberikan empat kenikmatan dalam musibah tersebut: Sebab musibah itu tidak menimpa agamaku, dan musibah itu tidak lebih besar daripada yang menimpaku. Sedangkan aku masih bisa ridha dengan musibah yang menimpaku, dan aku berharap pahala dari musibah itu.”

Umar r.a. berkata, “Andaikan sabar dan syukur itu dua ekor kendaran unta maka aku tidak akan peduli mana yang akan aku tunggangi. “

Suatu ketika ada seseorang datang kepada Umar r.a. yang mengadukan kefakirannya. Kemudian Umar bertanya kepadanya,
“Apakah Anda masih memiliki makanan untuk makan malam Anda?”
Ia menjawab, “Ya!” Umar berkata, “Berarti Anda bukan orang fakir. “

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib yang berkata,
“Tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang paling aku cintai untuk berjumpa dengan Allah dengan wajah yang sama kecuali orang yang berkepribadian tenang ini, Umar.”

Diriwayatkan, pada suatu hari Ali bin Abi Thalib pernah melihat Umar r.a. lari di saat tengah hari. Lalu Ali bertanya tentang alasan apa yang membuatnya lari di tengah hari. Maka ia menjawab,
“Aku telah menghilangkan unta sedekah (zakat), kemudian aku pergi untuk mencarinya.”

Maka Ali berkata,
“Wahai Amirul Mukminin engkau akan memberatkan para khalifah sesudahmu.”

Syekh Abu Nashr as-Sarraj – rahimahullah – berkata:
Orang-orang ahli hakikat banyak mengambil suri teladan dari Umar dan menjadikannya sebagai referensi dari berbagai makna khusus dari perilaku Umar, seperti memilih mengenakan pakaian bertambal dan kasar, meninggalkan kesenangan nafsu, menghindari syubhat dan menampakkan kemuliaan-kemuliaan (karamat), tidak peduli terhadap orang yang mencacinya ketika kebenaran harus ditegakkan dan kebatilan harus dimusnahkan, memberikan persamaan hak antara orang-orang yang dekat dengan mereka yang jauh, berpegang teguh pada yang lebih berat dalam hal ketaatan kepada Allah dan riwayat-riwayat lain dimana bila kita uraikan akan menjadi panjang.

Adapun riwayat yang menyatakan bahwa Umar melihat sekelompok manusia yang sedang duduk-duduk di masjid, kemudian ia perintah untuk mencari pekerjaan (rezeki), dan juga suratnya yang dikirimkan kepada Salman, adalah barangkali karena ia tahu mereka tidak mampu melakukan duduk di masjid sebagaimana mestinya. Mereka tamak terhadap apa yang ada di tangan orang lain, atau mungkin sebab-sebab yang lain. Oleh karenanya ia memerintah mereka untuk mencari pekerjaan.

Sebab Nabi saw., Abu Bakar dan Umar r.a. telah melihat Ashhabush-Shuffah. Mereka adalah sekelompok orang yang jumlahnya sekitar tiga ratusan orang yang tinggal di masjid, namun Nabi, Abu Bakar dan Umar juga tidak membenci mereka dan tidak memerintah mereka keluar dari masjid untuk mencari nafkah.

Diriwayatkan dari Umar, bahwa ia pernah berkata kepada saudaranya, Zaid bin Khaththab di saat perang Uhud,
“Jika engkau mau, lepas saja baju besi yang aku kenakan ini kemudian engkau pakai.”
Zaid menjawabnya, “Saya juga senang mati syahid, sebagaimana engkau juga menyukainya.”

Ini suatu isyarat yang sangat agung dari mereka, yang menunjukkan hakikat tawakal.

Diriwayatkan dari Umar yang mengatakan,
“Aku menemukan ibadah dalam empat macam:
Pertama, menunaikan perintah Allah.
Kedua, menjauhi yang diharamkan Allah.
Ketiga, memerintah kebaikan demi mengharap pahala dan Allah.
Keempat, mencegah kemunkaran karena takut murka Allah




Silahkan di share agar banyak yang ambil manfaat


---

NASEHAT ULAMA

More »

RUMAH TANGGA

More »

WANITA DAN ANAK

More »

KISAH ULAMA

More »

HUKUM

More »

AMALAN

More »