Showing posts with label WANITA. Show all posts
Showing posts with label WANITA. Show all posts

Adab Menyambut Kelahiran Bayi

tata cara Menyambut Kelahiran Bayi

A’uudzu billaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillahir rahmaanir rahiim. Alhamdulillahi robbil ‘alaamin
Allaahumma shalli wa sallim wa barik ‘alaa Sayidina Muhammadin wa ‘alaa aali Sayidina Muhammadin wa ashaabihi wa azwajihi wa dzuriyyatihi wa ahli baitihi ajma'in.
Yaa Mawlana Yaa Sayyidi Madad al-Haqq.

Kajian kitab kuning kita kali ini, adalah pembahasan tentang penyambutan bayi yang baru lahir, dengan referensi Kitab "Tuhfatul Habib Ala Syarhil Khatib" dan "Mughnil Muhtaj ila ma'rifati alfadhil Minhaj" pada sub bab Aqiqah. Bagi yang ingin membaca source textnya langsung silahkan membaca kitab tersebut:

HAKIKAT ANAK SHALIH: HABIB LUTHFI MENJAWAB

Berikut adalah tanya jawab dengan Guru Mulia Al Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya yang ada di majalah Al-Kisah.

Pertanyaan:
Salam silaturahim kepada semua pembaca Alkisah dan juga salam kepada Habib Luthfi Bin Yahya dan keluarga semoga senantiasa diberi umur panjang dan sehat wal ‘afiat.

AURAT TERSINGKAP KETIKA SHOLAT: HABIB LUTHFI MENJAWAB

aurat tersingkap saat sholat

Berikut adalah tanya jawab dengan Guru Mulia Al Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya yang ada di majalah Al-Kisah.

Pertanyaan:
Assalamualaikum Wr wb
Bagaimana jika saat mengerjakan sholat, aurat kita terlihat karena kain sarung yang kita pakai tersingkap atau kain itu merosot. Wassalamu’alaikum Wr wB

Do'a Perlindungan Untuk Anak Dan Agar Anak Sholih Yang Wajib Dibaca Ayah Bunda

Do'a Perlindungan Untuk Anak

Langkah selanjutnya untuk mendapatkan putra dan putri yang sholih dan sholihah adalah dengan senantiasa mendoakanya. Doa orang tua yang terus menerus, fokus, sepenuh hati pasti akan diqobul oleh ALLAH SWT.

Ada banyak redaksi do’a, berikut kami pilihkan untuk anda. 

Baca Juga:


بسم الله الرحمن الرحيما اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَاَ للّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِفْتَاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللّٰهِ, عَدَدَ مَا فِيْ عِلْمِ اللّٰهِ,

Bismillahir rohmanir-rahiim. Alhamdulillahi rabbal ‘alamin Allahumma shalli wa salim ‘alaa sayidina Muhammad miftahul baabi rahmatillah ‘adada maa fii ‘ilmillaahi,
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji dan syukur hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.Ya Allah limpahkanlah sholawat dan salam kepada Sayidina Muhammad, pembuka pintu rahmat Allah, Sebanyak pengetahuan Allah,

صَلاَةً وَسَلاَمًا دَائِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللّٰهِ, وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.

shalaatan wa salaaman daimayni bidawaami mulkillaah, wa ‘alaa aalihi wa shahbihi
sholawat dan salam yang selalu tercurah sekekal kerajaan Allah dan juga kepada keluarga dan para sahabatnya

رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلاَةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابِ.

Rabbaaj’alnii muqiimash shalaawati wa min dzurriyyatii rabbanaa wa taqabbal du’aa-I, Rabbanaghfirlii waliwalidayya wal mukminina yaumal hisaab
Ya Allah jadikanlah aku dan keturunanku orang-orang yang selalu mendirikan sholat. Ya Allah, kabulkanlah doaku. Yaa Allah ampuni kami dan kedua orang tua kami serta kaum mukmin di hari penghisaban

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا.

Rabbanaa hablanaa min ‘azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata’ayunin waj’alnaa lilmuttaqiina ìmaamaa
Ya Allah jadikanlah istri/suami (pasangan) dan keturunan kami sebagai buah hati kami dan jadikanlah kami pemimpin orang-orang yang bertakwa.

رَبِّ أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْ أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَتِيْ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.

Rabbi āwzi’nii ān asykura ni’matakal latii ān’amta ‘alayyaa wa ‘alaa waalidayya, wa-ān ā’mala shalihaan tardhaahu wa āshlih lii fii dzurriyyatii, innii tubtu ìlayka wa ìnnii minal muslimiin
Ya Allah berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku, dan agar aku dapat beramal sholeh yang Engkau ridhoi, jadikanlah keturunanku orang-orang yang soleh, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

Aù‘dzu bikalimaatillaahit-taammaati, min syarra kulla syaythaani wa haammatin, wa min kulla ‘aynin lammatin 
Yaa Allah kuserahkan anak-anakku di bawah naungan perlindungan kalimat Allah yang sempurna dari gangguan setan, marabahaya, dan dari pandangan yang penuh kedengkian

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْ أَوْلاَدِيْ وَاحْفَظْهُمْ وَلاَ تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِيْ بِرَّهُمْ وَاجْعَلْهُمْ قُرَّةَ عَيْنٍ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَلِوَالِدَيْهِمْ.

 Allahumma baarik fii āwladii , wa la tadhurrahum, wa arzuqnii birrahum, waaj’alhum qurrata’aynin lin-nabiyyi shallaallahu ‘alayhi wa sallam waliwalidayhim ..(3x)
Yaa Allah berkahilah anak-anakku,  janganlah Engkau celakakan mereka, karunialah aku ketaatan mereka, jadikanlah mereka buah hati Nabi Muhammad SAW dan kedua orang tua mereka.

اَللَّهُمَّ فَقِّهْهُمْ فِي الدِّيْنِ وَعَلِّمْهُمُ التَّأْوِيْلَ وَاهْدِهِمْ إِلَى سَوَاءِ السَّبِيْلِ.

Allahummaftah ‘alayhim futuuhal ‘arifiin, wa faqqah-hum fii ad-diin, wa ‘allamhumul ta’wiil, wahdihim ilaa sawaa-ìs sabiili, waaj’alhum minal ‘ulama-a ìl ‘aamiliin, wa ‘abadikash-shalihiin (3x) 
Yaa Allah berilah mereka ilmu para ‘arifin, jadikanlah mereka faqih (alim) dalam agama, ajarkan mereka pengetahuan takwil, dan tuntunlah mereka ke jalan yang lurus dan benar, dan jadikanlah mereka ulama yang mengamalkan ilmunya, dan masukkanlah mereka ke dalam golongan hamba-Mu yang saleh.

اَللَّهُمَّ أَنْبِتْهُمْ نَبَاتًا حَسَنًا وَاجْعَلْهُمْ هَادِيْنَ مُهْتَدِيْنَ وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الْعُلَمَاءِ الرَّاسِخِيْنَ فِيْ الْعِلْمِ الْعَامِلِيْنَ وَأَوْلِيَاءِكَ الصَّالِحِيْنَ.

Allahumma ānbithum nabaatan hasanan, waaj’alhum hadiina muhtadiin waj’alhum minal ‘ulamar rasikhiina fiil ilmil amiliin wa awliya’ikash shalihin (3x)
Yaa Allah tumbuhkan mereka dengan sebaik-baik pertumbuhan, dan jadikanlah mereka orang-orang yang memberi petunjuk dan mendapat petunjuk, jadikanlah mereka golongan para ulama yang mendalam ilmunya serta mengamalkannya, dan termasuk golongan para wali (kekasih Allah) yang saleh..

اَللَّهُمَّ ارْضَ عَلَيْهِمْ وَأَعِنْهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِمَحَابِّكَ وَطَاعَتِكَ وَمَرْضَاتِكَ وَعَلِّمْهُمْ مَا يَنْفَعُهُمْ وَانْفَعْهُمْ بِمَا عَلَّمْتَهُمْ.

Allahumma ardha ‘alayhim wa waf-faqhum limahaabbaka wa thaa’atika wa mardhatika, wa ‘allamhum maa yanfa’uhum, wan fa’hum bimaa ‘allamtahum  (3x)
Ya Allah Engkau ridhoilah atas mereka, dan Yaa Allah berilah mereka taufik untuk mencintai-Mu, mentaati-Mu, dan mencari keridhoan-Mu. Ajarkanlah kepada mereka semua yang bermanfaat dan berilah mereka manfaat dari semua yang Engkau ajarkan

اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَمِنَ اْلأَذَى وَمِنْ كُلِّ سُوْءٍ.

Allaahummah fazh-hum minal fitan, maazhahara minhaa wa maa bathan, wa min kulla suù‘in (3x) 
Yaa Allah lindungilah mereka dari segala fitnah, baik yang nyata maupun tersembunyi, dan juga dari segala macam kejahatan

اَللَّهُمَّ سَهِّلْ أُمُوْرَهُمْ وَأَصْلِحْ أَحْوَالَهُمْ وَأَعْمَالَهُمْ وَنِيَّاتَهُمْ.

Allahumma sah-hal ùmuurahum, wa āshlih āhwaalahum wa ā’malahum wa niyyaatihim (3x)  
Yaa Allah mudahkanlah urusan mereka, dan perbaikilah keadaan, perbuatan dan niat mereka.

اَللَّهُمَّ أَحْيِهِمْ حَيَاةً طَيِّبَةً فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ.

Allahumma ā’hyihim hayaatan thayyabatan fii dunyaa wal akhirah ...(3x)
Yaa Allah berilah mereka kehidupan yang baik di dunia dan akhirat

اَللَّهُمَّ سَلِّمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ.

Allahumma salamhum wa ‘aafihim wa fu’anhum ...(3x)
Ya Allah selamatkanlah mereka, berilah mereka kesehatan, dan maafkanlah mereka.

اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

Allahumma ā’nhuma alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika.... 
Yaa Allah bantulah mereka agar dapat mengingat-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya amal ibadah

اَللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَهُمْ فِي اْلأُمُوْرِ كُلِّهَا وَأَجِرْهُمْ مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ اْلآخِرَةِ.

Allahumma ā’hsin ‘aaqibatahum fiil umuuri kullahaa, wa ā’jirhum min khizyiid dunyaa wal akhirah  
Yaa Allah, akhirilah semua urusan mereka dengan keberhasilan dan selamatkanlah mereka dari kehinaan dunia dan akhirat

اَللَّهُمَّ مَتِّعْهُمْ بِأَسْمَاعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ وَقُوَّتِهِمْ فِي سَبِيْلِكَ وَاجْعَلْ هَوَاهُمْ تَبَعًا لِمَا جَاءَ بِهِ حَبِيْبُكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Allahumma mata’hum bi-asmaa’ihim wa abshaarihim wa quwwatihim fii sabiilika, waaj’al hawaahum taba’aan limaa jaa-ā bihi habiibuka Muhammad sholaallahu ‘alayhi wasallam 
Yaa Allah jadikanlah pendengaran, penglihatan dan kekuatan mereka menyenangi jalan petunjuk-Mu, dan jadikanlah hawa nafsu (keinginan) mereka patuh pada ajaran yang dibawa oleh kekasih-Mu Muhammad SAW

اَللَّهُمَّ أَطِلْ أَعْمَارَهُمْ فِي طَاعَتِكَ وَمَرْضَاتِكَ وَتَقَبَّلْ مِنْهُمْ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَبِاْلإِجَابَةِ جَدِيْرٌ.

Allahumma sallamhum, wa ‘aafihim wa’fu’anhum, wa ā thil ā’marahum fii tha’atika wa mardhaatika, wa taqabbal minhum innaka ‘alaa kulla syai-in qadiir, wa biil ijaabati jadiir
Yaa Allah selamatkanlah mereka, berilah kesehatan dan maafkan mereka, panjangkan umur mereka dalam ketaatan dan keridhoan-Mu, terimalah amal mereka, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Engkau-lah yang patut mengabulkan doa.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Wa shallalláhu `alaá sayyidiná Muhammadin nabiyyil ‘ummi wa `alaa aalihi wa shahbihi wa sallam. Subhaana robbika robbil-‘izzati ‘ammaa yashifuun, Wa salaamun ‘alal-mursaliin, Walhamdulilláhi rabbil `álamin.

Dan semoga Allah selalu melipahkan salawat atas junjangan kita Nabi Muhammad, nabi yang ummiy (yang tidak butuh baca-tulis) dan atas keluarga serta sahabat beliau. Maha Suci Tuhan-Mu – Tuhan Pemilik kemuliaan – dari apa yang mereka (orang-orang kafir) sifati, dan semoga salam / keselamatan tetap tercurah atas para rasul, dan segala puji bagi Allah, Tuhan Penguasa sekalian alam. 

Anda Harus Tahu: Aurat Wanita Dihadapan Dokter Pria dan Solusinya.


Penting bagi kita memahami bagaimana dengan aurat wanita utamanya ketika berobat. Dalam kondisi tidak darurat, ini sangatlah penting.

Yuk kenali bagaimana aurat wanita di hadapan dokter pria? Dan bagaimana solusinya?

Definisi Aurat

Sebagai kata, aurat bermakna suatu kekurangan. Dinamakan demikian karena, jika seorang wanita terbuka auratnya, akan tampaklah kekurangannya.
Sedangkan menurut arti syar’i, aurat adalah yang wajib ditutup dan haram untuk dilihat.

Aurat bagi wanita berbeda dengan aurat pria. Batasan aurat pria lebih longgar. Aurat pria dalam pandangan wanita adalah antara pusar dan lutut. Selain itu bukanlah aurat.
Sedangkan aurat wanita dalam pandangan pria ajnabi atau yang bukan mahramnya adalah semua badannya kecuali wajah dan tangan.
Di antara hikmah dari ketentuan tersebut adalah karena reaksi pandangan pria kepada wanita umumnya berbeda dengan pandangan wanita terhadap pria.
Umumnya, seorang pria dapat terangsang hanya dengan satu pandangan terhadap seorang wanita.
Tidak demikian halnya dengan wanita. Wanita pada umumnya tidak akan terangsang hanya dengan memandang  seorang pria. Oleh karena itu, aurat wanita dalam pandangan pria lebih tertutup.

Zaman sekarang, kita lihat banyak muslimah yang membuka auratnya, dengan tidak berjilbab. Jangan heran jika kemudian terdapat banyak perkosaan atau adanya kehidupan seks bebas.
Di antara sebabnya adalah karena para wanita sendiri yang membuka pintu untuk itu dengan membuka aurat mereka dan tidak berpakaian sesuai dengan anjuran agama.

Terkadang mereka merasa, pandangan pria terhadap mereka sama seperti mereka memandang pria, yaitu tidak berakibat timbulnya rangsangan syahwat. Kemudian dengan santainya mereka berpakaian layaknya pria.
Mereka lupa, mereka adalah fitnah terbesar bagi kaum pria, sebagaimana sabda Nabi SAW:

(قال رسول الله صل الله عليه وسلم ما تركت فتنة اضر على رجال أمتى من النسأ (متفق عليه

“Tidak aku tinggalkan suatu fitnah yang lebih membahayakan kepada kaum pria umatku lebih dari fitnah berupa wanita” (Muttafaq ‘alaih).

Semoga mereka sadar dan mendapatkan taufiq seperti yang Anda dapat, yakni agar mereka mau mengenakan jilbab dan bangga dengannya, agar terhindar dari segala fitnah dan juga terhindar dari ancaman yang dikatakan Nabi SAW:

Dari sahabat Abdullah bin Umar RA, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Akan terjadi pada akhir zaman ummatku para wanitanya dalam keadaan terbuka pakaiannya, bahkan telanjang di atas kepala mereka (rambut mereka) layaknya punuk seekor unta. Laknatlah mereka, karena sesungguhnya mereka benar-benar dilaknat Allah SWT’.” (HR Ahmad).


Aurat-aurat wanita

Aurat bagi para wanita berbeda-beda, tergantung situasi, tempat, dan terhadap pandangan siapa. Berikut penjelasannya:
  • Aurat wanita terhadap pandangan para wanita muslimah, atau pria yang mahram dengannya, atau ketika sendirian, adalah antara lutut dan pusarnya. Selain itu bukanlah aurat.
Meski bukan aurat, bukan berarti boleh membukanya di depan mereka kecuali kalau diperlukan atau tidak sengaja terlihat, maka tidak haram melihatnya, karena bukan aurat.
Sedangkan hal itu menjadi aurat ketika sendirian, karena khawatir ada yang melihatnya tanpa sepengetahuannya.
Karenanya wajib atas para wanita, meski sendiri, tetap menutup aurat antara lutut dan pusarnya, kecuali kalau perlu untuk membukanya seperti ketika mandi, maka boleh membukanya, karena adanya hajat tersebut.

  • Aurat wanita terhadap pandangan wanita yang fasik dan wanita kafir adalah yang tidak tampak ketika melakukan pekerjan rumah sehari-hari.
Yang tampak bukan aurat, dan yang tak tampak adalah aurat. Yang tampak ketika melakukan pekerjaan sehari-hari adalah kepala dan rambutnya, wajah dan leher, kedua tangan hingga kedua lengannya, dan kedua kaki hingga kedua lututnya. Selain itu adalah aurat.
Hikmahnya adalah agar mereka tidak sama dengan wanita nonmuslim, karena dikhawatirkan mereka nantinya menceritakan ihwal aurat wanita itu kepada pria.

  • Aurat ketika sedang melaksanakan shalat adalah semua badannya kecuali wajah dan kedua tangannya, baik bagian luar maupun telapak tangannya.
Sehingga, jika ketika shalat tampak bagian tertentu selain dari dua hal tersebut, batallah shalatnya.

  • Aurat wanita terhadap pandangan pria yang bukan mahram, menurut pendapat yang kuat dalam madzhab Imam Syafi’i RA, adalah semua badannya.
Akan tetapi dalam madzhab Imam Malik, Abu Hanifah, serta sebagian ulama madzhab Imam Syafi’i RA, aurat seorang wanita adalah semua badannya kecuali wajah dan kedua tangan, seperti aurat mereka ketika shalat.
Tetapi pendapat tersebut didasarkan dengan syarat aman dari fitnah bagi yang memandangnya dan dengan tanpa menggunakan perhiasan atau menghias wajah.
Adapun jika si wanita itu dengan membuka wajahnya akan menjadi sasaran penglihatan yang mengandung syahwat pria, mereka pun sependapat, yaitu harus menutup wajahnya walaupun dengan bagian jilbabnya.
Kesimpulannya dalam hal ini, akan lebih baik bagi seorang wanita jika memakai cadar.
Dan kalau tidak mengenakan cadar dengan bertaqlid kepada para ulama yang membolehkannya, hendaknya harus mawas diri.
Artinya paling tidak jika ada pria yang memandangnya hendaknya dia tutup wajahnya walaupun dengan bagian kerudungnya dan tanpa menghiasi wajahnya serta tanpa perhiasan.

  • Aurat wanita terhadap pandangan suaminya, dalam keadaan apa pun tidak ada aurat baginya.
Seorang suami boleh melihat bagian mana pun tubuh istrinya, sebagaimana si istri juga diperbolehkan melihat bagian mana pun badan suaminya.
Hanya saja sebagian ulama memakruhkan melihat kemaluan suami, begitu pula sebaliknya. Jadi lebih baik tidak melihatnya.


Berobat ke Dokter Laki-laki

Hukum bagi perempuan berobat kepada dokter laki-laki adalah, kalau karena darurat, dalam artian tidak terdapat dokter perempuan yang spesialis dalam bidangnya, penyakit yang dideritanya sangat mengganggunya, dan dia tidak kuat menahannya, tidak mengapa berobat kepadanya asalkan didampingi suami atau mahramnya, dan dokter laki-laki itu tidak melihat auratnya, kecuali sebatas yang diperlukan.

Baca Juga:

Sebab Doa tak Kunjung di qobul: Syech Mutawwali Asy Sya'rowi Menjawab


Kesimpulannya, agama membolehkan para  wanita untuk berobat ke dokter laki-laki, dengan syarat:

1.   Di kota tempat tinggalnya, tak terdapat dokter perempuan yang spesialis dengan penyakit yang ia derita, baik yang muslimah maupun yang non-muslimah. Sebab, selama masih ada dokter perempuan, meski non-muslimah, seorang wanita dilarang berobat kepada dokter pria.
2.   Harus didampingi suami atau laki-laki mahramnya, tidak boleh datang sendirian.
3.   Dokter tersebut tidak membuka auratnya kecuali yang diperlukan saja, selebihnya harus tertutup rapat.
4.   Dokter tersebut termasuk seorang yang amanah atau dapat dipercaya, bukan seorang yang fasik.

Jika memenuhi syarat-syarat di atas, boleh bagi seorang wanita berobat kepada dokter pria, dan diharamkan jika tidak memenuhi syarat-syarat tersebut, karena tidak darurat.

Selain itu, juga dibolehkan seorang wanita dilihat oleh pria yang akan meminangnya misalnya, atau akan memberi kesaksian di depannya, atau karena bertransaksi dengan pria itu, atau belajar kepadanya.
Tentunya itu semua dengan syarat yang berlaku dalam syari’at.

http://alhabibsegafbaharun.com/2017/02/22/aurat-wanita-di-hadapan-dokter-pria/

MUNAJAT

MUNAJAT



Bismillahirohmanirrohim. Alhamdulillahirohmanirrohim. Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid, Allaahumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid. Ya Arhamar Rohimin,Ya Arhamar Rohimin,Ya Arhamar Rohimin, Farij ‘Alal Muslimin.

NASEHAT ULAMA

More »

RUMAH TANGGA

More »

WANITA DAN ANAK

More »

KISAH ULAMA

More »

HUKUM

More »

AMALAN

More »