Ketika Habib Ali Al-Jufri Dicacimaki, Dilaknat, dan Didoakan Keburukan Oleh Orang Lain

Teknologi internet bagaikan dua mata pisau yang dapat memberikan dampak yang positif maupun negatif. Jika dipergunakan untuk hal-hal yang baik maka ia akan memberikan manfaat positif bagi penggunanya, sebaliknya jika digunakan untuk keburukan maka akan berdampak buruk bagi dirinya bahkan orang lain. Terlebih dengan kehadiran sosial media seperti Facebook, Twitter, Youtube, Blog, dan sebagainya dimana setiap orang bebas dengan mudah mengetikan dan memposting apapun dalam media online tersebut. 


Penggunaan dan pemanfaat internet untuk menebar hal-hal yang positif tentu tidak masalah bagi siapapun. Lain halnya jika disalahgunakan untuk hal-hal negatif tentu akan sangat merugikan. Salah satunya adalah penggunaan Twitter untuk menyerang, mencaci dan menghina orang lain, bahkan tidak tanggung-tanggung yang dihina dan dicacimaki adalah seorang ulama ahlussunnah ternama, yakni Sayyidil Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman al-Jufri atau yang dikenal dengan nama Habib Ali Al-Jufri. 

Kejadian ini sebenarnya sudah lama terjadi, tepatnya pada hari Sabtu, 11 Februari 2012. Saat itu ada pengguna Twitter yang tiba-tiba menghujat, menghina, dan mencaci maki Habib Ali Al-Jufri melalui akun Twitternya yang beralamat di @alhabibali. Akun pencacimaki dengan inisial Mohamed Baxxxxx (@MBaxxxxx) tidak hanya menghina tetapi juga melaknat dan mendoakan keburukan dan masuk neraka untuk Habib Ali Jufri. Sungguh kata-kata yang tidak layak diucapkan yang keluar dari seorang muslim. 

Berikut bunyi cacian dan hinaan yang dilontarkan terhadap Habib Ali Al-Jufri melalui Twitter : 

Yang artinya: "Semoga laknat/ kutukan Allah menimpa diri Anda. Semoga Allah menghancurkan Anda. Saya memohon kepada Allah untuk menunjukkan tingkat KeperkasaanNya atasmu di dunia ini, dan saya ingin melihat Anda di akhirat kelak berada di neraka dan sungguh akhir yang menyedihkan"




Lalu, apa reaksi yang ditunjukan oleh Habib Ali Al-Jufri atas hinaan dan cacian di atas? Dan berikut adalah balasan beliau: 


Yang artinya: "Semoga Allah memberkati dan mengasihi Anda. Saya memohon kepada Allah agar Anda diberikan keberhasilan di dunia dan akhirat, dan semoga Allah mengumpulkan kita di surga Firdaus yang tertinggi bebas dari dendam sebagai saudara di rumah-rumah yang saling berhadapan"

Subhanallah! Sungguh akhlak Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam telah ditunjukan oleh Sayyidil Habib Ali Al-Jufri. Beliau membalas cacian, makian, hujatan, dan hinaan dengan sebuah doa kebaikan dan kasih sayang. 
Bahkan beliau mendoakan kebaikan di dunia dan akhirat terhadap orang yang telah menghinanya serta berdoa agar kelak dikumpulkan bersama di dalam surga. Seandainya ini terjadi dalam diri kita sendiri, mungkin kita akan marah dan mencaci maki kembali. Mungkin kita akan membalas satu cacian dengan dua, tiga cacian, bahkan ratusan cacian-cacian lain. Atau mungkin kita akan berdebat mati-matian dengan orang yang telah menghina tersebut. 
Mudah-mudahan kita semua bisa meniru akhlak Habib Ali Al-Jufri, akhlak Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam yang membalas cacian dan hinaan dengan doa dan kebaikan. 

Semoga Allah memberkati Habib Ali Al-Jufri dan semua ulama besar kita ulama ahlussunnah wal jama’ah sehingga kita bisa mencontoh para ulama tersebut. Semoga Allah senantiasa memberi taufik, inayah dan hidayahNya kepada kita semuanya untuk terus berada di dalam kemuliaan berkumpul bersama orang-orang mulia, mengikuti orang-orang yang mulia di bawah pemimpinnya orang-orang mulia yakni Sayyidina Muhammad Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam.

1 komentar:

sungguh kisah yang menyentuh. akhlaq yang luar biasa,...


EmoticonEmoticon